Banjir Rendam Permukiman di Pesisir Selatan, 500 Warga Mengungsi ke Masjid

27 November 2025
Administrator
Dibaca 20 Kali
Banjir Rendam Permukiman di Pesisir Selatan, 500 Warga Mengungsi ke Masjid

PESISIR SELATAN, KABARDAERAH Com – Bencana banjir menerjang kawasan permukiman warga di Nagari Rantau Simalenang Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Kamis (27/11/2024) pagi. Ratusan rumah terendam air setelah Batang Sungai Rantau Simalenang Air Haji meluap sejak pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air di dalam rumah warga mencapai setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh total. Hingga berita ini diturunkan, air banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut, memperparah kondisi dan memperluas dampak kerusakan.

Wali Nagari Rantau Simalenang Air Haji, Anan Bakri, mengonfirmasi bahwa banjir disebabkan oleh meluapnya air dari Batang Sungai Rantau Simalenang Air Haji. “Air masuk ke permukiman warga secara tiba-tiba dan terus bertambah tinggi. Kami meminta kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pihak,” ujarnya.

 Akibat banjir yang melanda, sebanyak 500 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri. Mereka mengungsi ke Masjid Nurul Islam di Bukit Kaciak yang berada di lokasi lebih tinggi dan aman. Masjid tersebut kini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara.

Anggota DPRD Pesisir Selatan dari Fraksi Golkar, Arminson, yang turut memantau lokasi, menyatakan kondisi banjir ini sangat luar biasa. “Tinggi air sudah mencapai lutut orang dewasa di dalam rumah-rumah warga. Ini kondisi darurat yang membutuhkan penanganan serius dari semua pihak,” tegas Arminson.

 Di dalam Masjid Nurul Islam, puluhan keluarga terpaksa menghabiskan hari mereka dengan penuh ketidakpastian. Anak-anak dengan wajah lesu terlihat duduk di atas tikar, sementara para orang tua tampak cemas memikirkan harta benda yang terendam banjir. Suasana haru menyelimuti tempat pengungsian meski semangat tolong-menolong antarwarga tetap terjaga.

Beberapa relawan mulai berdatangan membawa bantuan makanan dan air bersih, namun jumlahnya masih jauh dari memadai dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah.

 Menyikapi kondisi darurat ini, Arminson mendesak jajaran pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera turun tangan. “Kami berharap dinas terkait segera memberikan perhatian serius kepada warga yang mengungsi, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti sembako, air bersih, obat-obatan, dan fasilitas kesehatan,” paparnya.

Dengan kondisi air yang belum surut dan ancaman banjir yang masih berlangsung, kekhawatiran terbesar adalah terpenuhinya kebutuhan dasar para pengungsi dan penanganan pascabencana. Masyarakat berharap bantuan dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan dapat segera tiba untuk meringankan beban yang mereka tanggung.

Pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air dan koordinasi penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat bersama berbagai elemen masyarakat. (EF)

https://sumbar.kabardaerah.com/2025/11/banjir-rendam-permukiman-di-pesisir-selatan-500-warga-mengungsi-ke-masjid/