Banjir Setinggi 1,5 Meter Lumpuhkan Jalan Nasional Lintas Padang Bengkulu

27 November 2025
Administrator
Dibaca 14 Kali
Banjir Setinggi 1,5 Meter Lumpuhkan Jalan Nasional Lintas Padang Bengkulu

PESISIR SELATAN, KABAEDAERAH.Com – Aktivitas transportasi darat antarprovinsi di Sumatera terputus setelah ruas Jalan Nasional Lintas Padang-Bengkulu di Kampung Durian Pandaan, Nagari Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, terendam banjir setinggi 1,5 meter pada Kamis (27/11). Genangan air yang menggenangi jalan nasional ini menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terpaksa terhenti total.

Berdasarkan informasi dari Kelompok Siaga Bencana (KSB) Air Haji, hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan masih belum dapat dilalui. Irwan Rafiko atau yang akrab disapa TX, juru informasi dan dokumentasi KSB Air Haji, mengkonfirmasi bahwa air dari Batang Sungai Air Haji yang meluap tidak hanya menggenangi jalan nasional, tetapi juga telah memasuki kawasan permukiman warga.

“Banjir masih setinggi 1,5 meter di jalan nasional. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda air surut dan jalan tetap tidak bisa dilalui kendaraan,” ujar Irwan.

 Kondisi ini mengakibatkan praktisnya arus transportasi barang dan jasa antara Sumatera Barat dan Bengkulu terhenti. Mufijoni, tokoh masyarakat Air Haji yang turut memantau langsung lokasi, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini.

“Kondisi banjir sangat parah. Diperkirakan sudah ratusan mobil dari kedua arah terpaksa berhenti dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ujar Mufijoni.

Ia menjelaskan bahwa banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak semalam hingga pagi hari. “Batang Sungai Air Haji meluap dengan cepat dan masuk ke permukiman warga. Sekitar ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian air yang meningkat sangat cepat,” paparnya.

 Menyikapi kondisi darurat ini, sebagian warga telah mengambil inisiatif untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, kerugian material yang diderita warga belum dapat dipastikan jumlahnya.

Banjir yang melanda kawasan ini semakin memperparah kondisi daerah yang sebelumnya sudah beberapa kali dilanda bencana serupa. Cepatnya kenaikan air menunjukkan kerentanan kawasan ini terhadap dampak perubahan cuaca ekstrem.

 Para pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih menunjukkan potensi hujan. Masyarakat diharapkan menghindari daerah aliran sungai dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika ketinggian air terus meningkat.

Upaya penanganan darurat dan pemulihan akses transportasi tengah dilakukan oleh pemerintah setempat bersama berbagai pihak terkait. Pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air dan kondisi cuaca terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Dengan terputusnya jalur transportasi nasional ini, dampak ekonomi diperkirakan akan meluas tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang antarprovinsi di wilayah Sumatera. (EF)

https://sumbar.kabardaerah.com/2025/11/banjir-setinggi-15-meter-lumpuhkan-jalan-nasional-lintas-padang-bengkulu/